SEJARAH PURA LEBAH SUWUG

Administrator 16 Agustus 2018 11:00:35 WITA

 


Kearifan lokal adalah segala bentuk kebijaksanaan yang didasari oleh nilai-nilai kebaikan yang dipercayai, diterapkan dan senantiasa dijaga keberlangsungannya dalam kurun waktu yang cukup lama (secara turun-temurun) oleh sekelompok orang dalam lingkungan atau wilayah tertentu yang menjadi tempat tinggal mereka.

 

Salah satu kearifan lokal yang dimiliki Desa Suwug Kec. Sawan, Kab. Buleleng-Bali yaitu Desa Suwug merupakan desa berpenduduk 3.000 jiwa. Sebagian penduduknya bermata pencaharian petani, banyak masyarakat desa suwug yang pergi merantau sebagai pedagang, keryawan, sopir, pemandu, dll. Di desa suwug memiliki salah satu pura yang di sebut Pura Lebah, dimana banyak masyarakat luar desa suwug datang atau nangkil ke pura tirta  lebah pada saat odalan

Pura Tirta Lebah merupakan pura yang terletak di desa suwug, dusun lebah. Dari rumah saya untuk menuju ke pura tersebut dapat menempuh waktu sekitar 30 menitan dan dari Denpasar untuk dapat ke pura tersebut dapat menempuh waktu sekitar 3 jam atau lebih. Pura Tirta Lebah ini merupakan pura yang terletak di pedalaman penduduk di desa suwug terutama di dusun Lebah. Meski lokasi pura yang terpencil pura tersebut menjadi pandangan yang sangat menarik untuk di jadikan objek wisata oleh tamu lokal maupun tamu asing, banyak wisatawan datang ke pura tersebut untuk melakukan pemujaan agar dirinya selalu berpikiran yang jernih seperti air tirta.

 

Pura Tirta Lebah merupakan pura yang sudah berumur ratusan tahun dan dulunya pura lebah ini merupakan pura yang di gunakan untuk mensucikan badan rohani kita atau untuk melukat. Dari bangunan pura tersebut dapat di lihat bahwa pura tersebut terbuat dari paras dan tidak pernah ada renovasi dari tahun ke tahun. Pura ini di namakan Pura Tirta Labah, karena di mana  pada pura tersebut terdapat pohon beringin yang sudah berumuran ratusan tahun dan dari pohon beringin tersebut keluar air dan mengalir di sekitar pohon beringin tersebut. Berdasarkan penjelasan pemangku pura tirta lebah “mangku budaria” mengatakan bahwa pura ini banyak di kunjungi para wisatawan untuk memohon kebersihan badan rohani dan menjernihkan pikiran.

Di pura tersebut terdapat 5 pelinggih dan hanya 2 pelinggih yang memang umum di sembah oleh pengunjung yang datang ke pura tersebut yaitu pelinggih manik mas melantik dan pelinggih sangkur (pelinggih sangkur merupakan pelinggih peninggalan dari seorang pengembara yang akhirnya menutup hidupnya di pura tirta lebah dengan istrinya manik mas melantik dan 3 pelinggih lainnya hanya di perbolehkan yang sembahyang ke sana yang beragam hindu.


Komentar atas SEJARAH PURA LEBAH SUWUG

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi SUWUG

tampilkan dalam peta lebih besar